Hati-hati Dengan Ungkapan : "Saya Tidak Takut Dengan Corona, Saya Hanya Takut Kepada Allah"


0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
  Tahukah    Kamu ?    -  Berhati-hatilah dengan ungkapan "Saya tidak takut dengan corona, saya hanya takut kepada Allah", atau kalimat semacam itu. Allah Maha Tahu apa yang terkandung di dalam hati kita masing-masing.

Kepongahankah?

Atau mau memperlihatkan bahwa kita beriman kah?

Atau betul-betul sesuai dengan maksud sebenarnya.








Apapun yang ada di dalam hati, berhati-hatilah. Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya mengaku-ngaku beriman sampai diuji. Jujurkah kita dengan ungkapan itu, atau hanya kata-kata pemanis bibir.

Sebenarnya kalimat seperti itu menantang Allah agar mencobainya. Apapun maksud di dalam hatinya.

Lebih baik tidak diumbar kalimat begitu. Tawadhu' kepada Allah lebih baik. Mengaku lemah sifat yang patut bagi seorang hamba terhadap Rabb-nya. Jadikan rasa itu rahasia antara kita dengan Allah sambil terus minta perlindungan agar jangan ditimpai musibah dan ujian. Memohon 'afiah kepada Allah jauh lebih baik dari pada mengungkapkan keberanian.

Soalnya, bila betul-betul dicobai Allah seperti yang terjadi di Italy, Iran dan Cina,  apakah akan mampu menanggungkannya? Bila sudah melihat kematian di sana sini, mayat sampai tidak terurus, apakah masih mampu berkata "Saya hanya takut kepada Allah?"

Dulu shahabat Rasul berangan-angan mendapatkan mati syahid. Ketika terjadi perang Uhud, di sana-sini bergelimpangan jasad para syuhada', ternyata mereka lari pontang-panting.

Allah berfirman menyindir mereka:

(وَلَقَدۡ كُنتُمۡ تَمَنَّوۡنَ ٱلۡمَوۡتَ مِن قَبۡلِ أَن تَلۡقَوۡهُ فَقَدۡ رَأَیۡتُمُوهُ وَأَنتُمۡ تَنظُرُونَ)

"Dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; maka (sekarang) kamu sungguh, telah melihatnya dan kamu menyaksikannya". [Surat Ali Imran 143]

Tawadhu' lah kepada Allah dan kepada sesama mu'min. Jangan kira pula orang yang tidak melaksankan shalat Jum'at dan shalat berjama'ah lebih takut kepada corona dari pada kepada Allah. Mereka hanya menjalankan sunnatullah dalam kehidupan ini.

Kata anak zaman old: Jangan belagu lah!

(Ust. Dr. Zulfi Akmal)

  



Aa Gym: Hati-hati Ujub Dan Takabur


 Fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait larangan sementara melakukan shalat berjamaah di masjid di tengah pandemik corona menuai polemik. Bahkan, sejumlah pihak beranggapan fatwa tersebut sebagai konspirasi untuk mengosongkan masjid.

Menanggapi persoalan tersebut, dai kondang Abdullah Gymnastiar menyatakan, masyarakat harus menghindari ujub dan takabur ketika berbeda pendapat. Dirinya meminta agar tidak ada yang merasa paling benar, apalagi hingga meremehkan fatwa ulama.


“Dan yang lebih bahaya lagi merasa paling tawakal ‘saya mah tidak takut’. Aduh, ini hati-hati sekali yah, memang para ulama itu tidak takut sama Allah? Beliau-beliau itu lebih takut daripada kita,” tutur Aa Gym, sapaan Abdullah Gymnastiar, dalam video yang dibagikan di akun YouTube pribadinya @AagymOfficial, Sabtu (21/3).

Aa Gym menerangkan, tidak ada yang melarang ketika masing-masing pihak memiliki perbedaan pendapat. Akan tetapi, dirinya meminta masyarakat tidak meremehkan pendapat para ulama karena merasa diri paling benar.

Selain itu, Aa Gym juga tidak mempermasalahkan apabila ada masyarakat yang tidak takut dengan wabah corona. Hanya saja, jangan langsung menghakimi mereka yang mematuhi fatwa ulama sebagai orang tidak beriman dan tawakal.

“Ini bahaya, termasuk penyakit ujub dan takabur. Saya khawatir, kalau memiliki penyakit itu Allah akan menguji kesombongan. Sombong tidak hanya duniawi, bisa sombong oleh ilmu, amal, perasaan kedekatan dengan Allah,” tuturnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

“Kita semua harus hati-hati, jangan sampai ujub takabur. Hanya karena perbedaan pendapat kemudian merasa diri paling benar, meremehkan para ulama, merasa paling yakin ke Allah, sampai meremehkan amirul muminin,” imbuhnya.





Maka itu, Aa Gym mengimbau semua pihak bisa bersikap bijaksana dalam mempelajari aturan agama, dan harus sampai paham. Termasuk memahami duduk perkara yang dijadikan fatwa larangan sementara shalat berjamaah di tengah mewabahnya virus corona.

Umar bin Khatab, bagaimana sikap beliau tentang wabah. Kurang bagaimana iman beliau. Beliau adalah sahabat nabi, amirul muminin pasti paham sekali Islam, pasti imannya jauh melampaui kita semua dan beliau mengatakan lari dari satu takdir ke takdir lain,” tandasnya.

Diketahui, sebelumnya beredar video sejumlah orang menurunkan banner yang dipasang di Masjid Raya Bandung. Banner tersebut merupakan maklumat dari fatwa yang dikeluarkan MUI tentang pembatasan sementara ibadah di masjid, di tengah pandemik Covid-19.(rmol)

TahukahKamu.info ]  Membuka Mata Melihat Dunia 


🙂 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Hati-hati Dengan Ungkapan : "Saya Tidak Takut Dengan Corona, Saya Hanya Takut Kepada Allah"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya. 🙂

Artikel Terkait Lainnya

Portal Muslim Populer



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini