Cara Membedakan Antara Gejala Virus Corona, Flu dan Pilek Biasa


0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
  Tahukah    Kamu ?    -  Hidung meler, batuk, sakit tenggorokan, dan demam. Gejala itu sering muncul ketika seseorang mulai merasa kurang sehat. Sekilas tidak mudah diketahui apakah gejala penyakit tersebut berasal dari infeksi virus atau bakteri.






Gejala-gejala serangan virus corona jenis baru, atau dikenal dengan nama 2019-nCoV, juga mirip dengan yang kita ketahui sebagai gejala flu biasa.

Gejala infeksi virus corona umumnya bisa meliputi:
— Demam

— Batuk kering

— Sesak napas

— Nyeri otot

— Kelelahan

Gejala virus corona yang kurang umum:
— Penumpukan dahak

— Sakit kepala

— Hemoptisis atau batuk yang mengeluarkan darah

— Diare

Gejala yang bukan khas virus corona:
— Hidung meler

— Sakit tenggorokan

Hidung beringus dan sakit tenggorokan adalah ciri khas infeksi saluran pernapasan atas. Karena virus corona jenis baru ini umumnya mempengaruhi saluran pernapasan bagian bawah, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi menunjukkan gejala batuk kering, sesak napas atau pneumonia, tetapi tenggorokan mereka tidak sakit.

Banyak kasus yang awalnya tidak menunjukkan gejala
Banyak kasus pasien yang terinfeksi virus corona jenis baru pada awalnya tidak menunjukkan gejala. Menurut lembaga pengendalian penyakit pemerintah federal Jerman, Robert Koch Institute (RKI), virus corona jenis baru ini memiliki masa inkubasi 14 hari.

Jika Anda tidak yakin dengan apa yang Anda derita, segera kunjungi dokter. Seorang yang secara profesional bekerja di bidang perawatan kesehatan dapat melakukan analisis sampel dahak untuk menentukan ada tidaknya virus di dalam sistem pernapasan.

Apakah masker pernapasan bisa membantu?
Tidak juga. Virus corona yang mewabah saat ini ditularkan melalui cairan. Oleh karena itu, sebaiknya jaga jarak aman dengan mereka yang terinfeksi atau mungkin terinfeksi. Langkah pencegahan utama adalah mencuci tangan dengan sabun dan air panas secara menyeluruh dan teratur. Lebih baik menggunakan handuk sekali pakai saat mengeringkan tangan sesudah mencucinya.

Flu atau pilek? Apa bedanya?
Bahkan dokter pun bisa mengalami kesulitan dalam membedakan kasus infeksi influenza dan pilek ketika dihadapkan dengan gejala pada pasien.

Ketika mengalami pilek, kebanyakan orang akan merasakan gatal pada tenggorokan mereka, kemudian pilek dan akhirnya batuk. Gejala-gejala ini, ditambah lagi demam dan sakit kepala, dapat mengganggu seseorang selama berhari-hari, membuat mereka merasa lemas.

Sementara itu, flu menyerang secara sekaligus: kepala dan anggota badan penderita flu akan terasa sakit, batuk kering pun dimulai, suara bisa menjadi serak, sakit tenggorokan dan demam tinggi (hingga 41 °C), sering juga disertai dengan menggigil. Flu dapat menumbangkan seseorang dalam waktu singkat. Penderita pun hanya bisa terbaring di tempat tidur, merasa lesu, tidak memiliki nafsu makan serta dapat tidur selama berjam-jam.

Pilek biasa umumnya akan mereda dalam beberapa hari dan sebagian besar gejala hilang setelah sekitar satu minggu. Sedangkan flu, lebih membosankan membuat seseorang terbaring di tempat tidur selama setidaknya satu minggu. Dalam beberapa kasus, dibutuhkan waktu berminggu-minggu agar seseorang benar-benar pulih.

Komite RKI untuk vaksinasi, yaitu STIKO, merekomendasikan agar semua warga Jerman yang berisiko tinggi agar mendapatkan vaksinasi flu tahunan. Yang termasuk berisiko tinggi yaitu orang yang berusia lebih dari 60 tahun, penderita sakit kronis, wanita hamil, dan penghuni panti jompo. Selain itu, STIKO mendesak mereka yang melakukan banyak kontak dengan orang lain (misalnya pekerja medis atau mereka yang bekerja di bidang di bisnis atau lembaga publik) untuk juga melindungi diri dengan vaksinasi.

Kapan waktunya minum antibiotika?
Kebanyakan pilek dan flu disebabkan oleh virus, jadi dalam hal ini antibiotika tidak ada gunanya. Mengkonsumsi antibiotika memang masuk akal jika bakteri memasuki tubuh melalui sistem kekebalan yang melemah dan mulai berkembang biak.

Antibiotika memperkuat pertahanan tubuh dengan membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Namun antibiotika juga menyerang dinding sel atau proses metabolisme mikroorganisme. Penisilin, misalnya, menghancurkan sintesis dinding sel bakteri. Dinding sel yang berpori membuat mustahil bagi patogen untuk bertahan hidup, dan lantas menghancurkan mereka. Tetapi ini hanya dapat berpengaruh terhadap bakteri, bukan virus.

(Ed.: ae/pkp)




Indonesia Positif Corona, Kenali Beda Gejalanya dengan Influenza dan Flu Biasa


 Menyikapi wabah virus corona yang baru saja menginfeksi dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang telah dinyatakan positif tak ayal membuat sebagian masyarakat khawatir. 

Mengetahui perbedaan antara gejala infeksi virus corona, influenza, dan flu biasa dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk dapat terdukasi dan juga mendeteksi diri, karena sekilas, gejala infeksi corona virus meliputi:


  • demam
  • batuk
  • napas cepat yang tidak normal
  • dahak kental (dapat berwarna kekuningan sampai kehijauan)
Bagi orang yang diduga memiliki gejala virus corona, diperlunya pula untuk melakukan x ray pada paru-paru guna melihat seseorang terjangkit pneumonia atau tidak.
"Banyak dari mereka yang terkena virus baru ini, awalnya tidak menunjukkan gejala," kata Robert Koch Institute (RKI), sebuah badan pengendalian dan pencegahan penyakit pemerintah Jerman, yang dikutip melalui laman DW.


Influenza dan flu biasa


Sementara itu, influenza merupakan jenis virus yang biasanya menyerang manusia secara musiman, yakni virus influenza A H3N2, dengan masa inkubasi virus satu sampai empat hari dan penyebarannya yang melalui droplet (percikan).
Gejala influenza biasanya ditandai dengan:
  • deman
  • batuk
  • ingus yang meler (pilek)
  • bersin
  • sakit tenggorokan
  • muntah
  • diare
  • dan nyeri otot
Sedangkan flu biasa merupakan gejala yang ditandai dengan batuk, hidung tersumbat, bersin, dan tenggorokan sakit serta tidak nyaman. Biasanya, saat flu kebanyakan orang juga akan mengalami tenggorokan gatal, kemudian pilek dan akhirnya batuk.
Untuk menangkal berbagai informasi bohong yang terkair dengan penyakit virus corona, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membuka hotline di nomor 0215210411 dan 081212123119.

Penulis: Lorenza Ferary


Tampak Mirip, Ketahui Beda Gejala Virus Corona dengan Flu Biasa


Akhir-akhir ini, masyarakat diselimuti kekhawatiran akibat wabah virus Corona. Pasalnya, infeksi virus Corona yang menyerang sistem pernapasan ini memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, namun bisa berakibat fatal. Lantas, apa yang membedakan flu biasa dengan infeksi virus Corona?

Baik flu biasa maupun penyakit Corona sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan manusia. Namun, kedua virus tersebut berasal dari golongan yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula.

Virus penyebab flu berasal dari golongan rhinovirus. Virus ini menyebar dari manusia ke manusia dan paling sering menyerang anak-anak atau remaja. Infeksi rhinovirus bisa terjadi sepanjang tahun, tapi paling sering di musim hujan.

Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Infeksi Virus Corona

Berikut ini adalah perbedaan gejala dari flu biasa dan infeksi virus Corona atau COVID-19 yang perlu Anda ketahui:

Flu biasa

Flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan. Umumnya, keluhan yang muncul datang dari hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejala-gajalanya adalah sebagai berikut:
  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat dan berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Batuk
  • Demam (jarang)
Gejala-gejala tersebut biasanya baru akan muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit.

COVID-19

Sama seperti rhinovirus, virus Corona juga menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang terkena infeksi virus Corona bisa mengalami gejala yang mirip dengan flu. Meski begitu, virus Corona yang sekarang sedang mewabah lebih sering menyebabkan keluhan pada saluran pernapasan bawah.
Ada 3 gejala utama yang dapat muncul pada pasien COVID-19, yaitu:
  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Sesak napas
Selain itu, pasien COVID-19 bisa juga mengalami gejala lain, seperti nyeri otot, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, pilek, diare, mual dan muntah. Meskipun gejala ini sangat jarang terjadi.
Pada kasus yang parah, infeksi COVID-19 bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.

Pengobatan Flu dan Infeksi Virus Corona

Pengobatan untuk flu dan infeksi virus Corona tidak bisa disamakan, karena kedua penyakit ini memang sangat berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai pengobatan flu dan infeksi virus Corona:

Flu biasa

Flu umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu 4–9 hari. Semakin bagus daya tahan tubuh kita, semakin cepat tubuh melawan rhinovirus. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan pasien untuk beristirahat, serta makan, dan minum air putih yang cukup.
Sementara itu, untuk meringankan gejala flu dokter biasanya akan memberikan:
  • Chlorpheniramine dan pseudoephedrineObat flu dengan kombinasi ini bisa dikonsumsi untuk meredakan keluhan hidung tersumbat dan berair. Chlorpheniramine bekerja dengan cara menghambat senyawa histamin yang menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah hidung, sementara pseudoephedrine akan mengecilkan pembuluh darah yang melebar akibat histamin.
  • Paracetamol dan ibuprofenKedua obat ini bisa Anda gunakan untuk mengatasi gejala flu yang disertai dengan demam ringan. Baik paracetamol maupun ibuprofen tersedia dalam beragam merek, serta sangat mudah ditemukan di apotek atau toko obat.
  • Kombinasi paracetamol, chlorpheniraminepseudoepherine, dan guaifenesinJika mengalami flu yang disertai demam, batuk berdahak, dan pilek, Anda bisa mengonsumsi obat flu dengan kombinasi paracetamol, chlorpheniraminepseudoephedrine, dan guaifenesin untuk meredakan gejala-gejala tersebut.

COVID-19

Sampai saat ini, belum ditemukan pengobatan atau vaksin yang benar-benar mampu mengatasi atau mencegah infeksi COVID-19. Namun, gejala COVID-19 yang seperti flu biasa dapat diringankan dengan obat flu.
Meski belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah infeksi virus Corona, Anda bisa meminimalkan risiko terkena infeksi ini dengan cara:
  • Mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya selama 20 detik.
  • Menggunakan masker setiap beraktivitas di luar ruangan atau di tempat umum.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk dan demam.
Infeksi virus Corona bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga yang sangat berat dan mengancam nyawa. Gejala infeksi virus Corona yang ringan memang bisa mirip dengan gejala flu biasa. Oleh karena itu, Anda perlu lebih jeli mengenali beda gejala COVID-19 dengan flu biasa, berdasarkan penjelasan di atas.
Bila Anda mengalami gejala-gejala flu, terutama yang tidak sembuh lebih dari satu minggu dan disertai demam tinggi, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

TahukahKamu.info ]  Membuka Mata Melihat Dunia 


🙂 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Cara Membedakan Antara Gejala Virus Corona, Flu dan Pilek Biasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya. 🙂

Artikel Terkait Lainnya

Portal Muslim Populer



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini