Bikin Merinding, Kisah Sukses Pria Medan Berkat Jor-joran Bersedekah

 Y E S    MUSLIM    DALAM Islam dianjurkan untuk selalu bersalawat dan bersedekah secara ikhlas. Amalan seperti itu akan dibalas Allah dengan mengucurkan rahmat dan rezeki yang berlimpah.

Hal ini pula yang dialami oleh pria asal Medan, Eko Pranata. Ia rutin bersalawat dan bersedekah setelah mendengar ceramah Ustadz Yusuf Mansur di media sosial. Habis itu ia langsung menerapkan amalan yang dianjurkan, yakni salawat dan bersedekah.


“Tujuh tahun salawat. Saya kejar terus. Sekarang (red. berkat sedekah, saya) dari mulai tukang singkong sekarang jadi notaris,” ujar Eko seperti tampak dalam video yang diunggah ke akun Instagram Yusuf Mansur.

"Yang pasti bersedekah jangan lupa, jor-joran saja deh sedekahnya. Insya Allah diganti 10 kali lipat. Misal sedekah Rp10 juta, diganti (Allah) Rp100 juta," paparnya.




Selain sedekah, Eko juga rajin salat duha. Kata dia, berkat amalan ini dirinya jadi dikaruniai anak.
“Dari saya engga punya anak, (red. sekarang sudah) punya anak dari (amalan salat) duha. Punya anak juga dari sedekah,” paparnya.
Mendengar kesaksian Eko, Ustadz Yusuf Mansur pun jadi merinding. “Serius? MasyaAllah... masyaAllah... merinding... Allahhu Akbar... Banyak cerita sedekah ya, cerita salawat ya, cerita duha ya, Allahu Akbar," ucap Yusuf Mansur sambil mengelus dada sendiri. (abp)

Sedekah Menghapus Dosa


“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“ (HR. At-Tirmidzi)
Sebagai manusia tentu kita tak luput dari dosa. Tiap hari jika kita tafakuri banyak hal yang mungkin berdosa namun kita anggap sebagai hal biasa. Kita banyak meremehkan dosa kecil padahal tak ada dosa kecil jika tak segera bertaubat, tak ada dosa kecil jika senantiasa diperbuat
Baiknya Allah karena Ia menyediakan berbagai penawar dosa, salah satunya dengan bersedekah. Allah menjadikan sedekah sebagai salah satu sebab diampuninnya kemaksiatan, dihilangkannya keburukan dan dimaafkannya serbagai kekhilafan sejalan dengan firman Nya “sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk..” {Hud [11]: 114}
Semoga sedekah yang dikeluarkan secara ikhlas lillaahita’ala akan menghapus dosa-dosa kita dan mendatangkan doa-doa kebaikan bagi kita. Aamiin






Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

komentar :


Selengkapnya

Misteri Bintang Hitam Terpanas dan Neraka yang saling Berkaitan, Ini Penjelasannya

 Y E S    MUSLIM    BINTANG adalah unit pembentuk galaksi. Biasanya kita melihat bintang di langit berwarna putih menyala. Namun bagaimana jika ada bintang berwarna hitam dan panas?

Para ilmuwan belum pernah mengenal adanya api berwarna hitam, kecuali baru-baru ini pada akhir abad ke-20. Dilansir dari Buku Pintar Sains Dalam Al-quran, Kamis (12/9/2019), ini adalah paparan mengapa ada bintang hitam yang panas.


Rasulullah bersabda, “Neraka dibakar selama ribuan tahun hingga berwarna merah, kemudian dibakar lagi selama ribuan tahun hingga berwarna putih, kemudian dibakar lagi selama ribuan tahun hingga berwarna hitam-hitam yang pekat.” (HR. At-Tarmidzi)
Rasulullah mendeskripsikan neraka jahanam, bahwa neraka jahanam sudah mencapai tingkatan panas yang ketiga, yaitu panas berwarna hitam. Pada tahun 1973, beberapa galaksi berwarna hitam telah berhasil dicitrakan menggunakan sinar Inflamerah.
Penemuan galaksi berwarna hitam berarti bintang-bintang di dalamnya juga berwarna hitam. Penelitian astronomis modern telah menegaskan bahwa api hitam adalah api yang paling panas. Penelitian ini menjelaskan penemuan bintang berwarma hitam memiliki ciri khusus sangat panas sehingga menjadi hitam dan tidak bisa dilihat.
Seorang pakar astronomi terkemuka pernah ditanya mengenai tipe-tipe matahari. Ia mengatakan bahwa matahari ada tiga tipe, pertama matahari berwarna merah, seperti matahari pada umumnya. Matahari ini telah bersinar selama 50 miliar tahun.
Kedua, matahari yang telah melalui tahap pertama sebagai matahari merah. Matahari ini ukurannya menjadi lebih besar, lalu tiba-tiba dia menyusut hingga mencapai ukuran 1 persen dari ukuran aslinya. Saat itu, warnanya berubah menjadi putih dan memancarkan sinar cahaya putih.
Kemudian tipe matahari ketiga, menjadi mengerut menjadi sangat kecil, dan tidak bisa dilihat langsung oleh mata. Matahari tipe ini sangat panas, lebih panas dari pada matahari merah dan putih, dan berwarna hitam.
Di samping itu, siapakah yang mengajarkan pengetahuan ini kepada Nabi? Beliau menjelaskan tentang neraka jahanam yang panasnya telah mencapai tingkat ketiga dan warnanya hitam legam saking panasnya. (Okz)






Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

komentar :


Selengkapnya

Waspada ! Terhapusnya Amal 70 Tahun Karena Satu Keburukan Ini

 Y E S    MUSLIM    Hidup itu sementara. Tapi harus digunakan untuk mencari sebanyak-banyaknya bekal untuk menghadapi akhirat yang selamanya. Karenanya, memperbanyak sembari memperbaiki kualitas amal shaleh amatlah penting untuk dikerjakan di sepanjang jenak kehidupan.

Apalagi selepas mati, hanya tiga amal yang bermanfaat untuk seseorang; ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan doa anak yang shaleh bagi kedua orang tuanya. Ketiga amalan inilah yang harus senantiasa diproduksi sepanjang hari agar kelak kita bisa memanennya di Hari Kiamat.
Maka manfaatkanlah usia yang sebentar dengan beragam proyek menuntut ilmu dan menyebarkannya kepada orang-orang yang kita cintai dan masyarakat sekitar. Ikhlaslah dalam mengupayakannya. Dan, wakafkan diri sepanjang hayat dikandung badan untuk mengamalkannya.


Sebab satu ilmu yang dipraktekkan dengan sempurna di sepanjang kehidupan sehingga menjadi amalan unggulan, adalah lebih baik dari jutaan teori yang justru membuat pemiliknya semakin jauh dan ingkar kepada Allah Ta’ala.
Jika berilmu, maka kita akan mengetahui waktu dan amalan apa yang paling tepat. Misalnya; sebelum hingga Subuh dimanfaatkan dengan dzikir, tilawah, dan perbanyak istighfar. Setelah Subuh, dilanjutkan dengan dzikir pagi dan keutamaan lainnya.
Siang hari, di sela-sela kerja, sebagai salah satu bentuk rehat yang paling bagus; maka ia bergegas mendirikan Dhuha, kemudian melakukan tidur siang sesaat sebelum Dhuhur sebagai salah satu sunnah Nabi, dan seterusnya.
Semua itu, hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berilmu. Sehingga, tak ada masa yang sia-sia. Bagi orang yang berilmu, setiap jenak adalah peluang untuk perbanyak amal shaleh guna mengumpulkan bekal kehidupan di akhirat kelak.
Yang patut dicatat, ada amalan-amalan penghapus pahala. Jika amalan ini dikerjakan di akhir hayat, maka amalan setinggi gunung atau sebanyak air di samudera, bisa habis sebab satu amalan itu. Misalnya, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu sabdanya yang berstatus Hasan Gharib ini:
Sungguh, ada orang yang melakukan kebaikan selama tujuh puluh tahun, tetapi ia berwasiat dan zhaim dalam wasiatnya, lalu menutup usianya dengan kejelekan amalnya sehingga ia dimasukkan ke dalam neraka. Dan sungguh, ada orang yang melakukan keburukan selama tujuh puluh tahun, lalu ia adil dalam wasiatnya, dan menutup usianya dengan kebaikan amalnya, sehingga ia dimasukkan ke dalam surga. (Hr. Imam Ahmad bin Hanbal dari Abu Hurairah)
Hendaklah berhati-hati dan wasapada; jangan berhenti beramal dengan ikhlas hingga ajal menjemput. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari akhir yang buruk, dan menjadikan kita akhir yang baik dalam kehidupan. Aamiin. [Pirman/kisahikmah]





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

komentar :


Selengkapnya

4 Kelebihan Pasangan yang Menikah Sebelum Mapan, No 4 'JLEB' bangeet !

 Y E S    MUSLIM    Banyak pasangan muda yang menunda pernikahan dengan alasan kemapanan. Masih belum mapan dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan pasangan dan anak-anak kita. 



Padahal Allah akan akan memampukan siapa saja yang dengan penuh keyakinan menjalankan sunnahnya. Bukan kah suatu penghinaan kepada sang Khalik jika kita masih merasa takut jika besok atau lusa tidak menemukan rizki-Nya.

1. Lebih Baik Berjuang Bersama Dalam Pernikahan Dari Pada Merasa Bahagia Dalam Ikatan Yang Belum Halal

kalian akan lebih merasakan apa itu kepercayaan kepada pasangan hidup yang benar-benar halal. kalian akan menikmati jengkal demi jengkal keberkahan, walau banyak rintangan yang menyapa dan menggoyahkan ranumnya cinta kalian. Kalian akan merasakan sesuatu yang lebih meluluhkan hati dan membuat cinta kalian semakin kuat, melebihi dari barisan puisi romntis dan gombalan manja.

2. Berjuang Bersama Dari Nol, Membuat Kesetian Kalian Merekat Erat

Pasangan kita akan lebih menghargargai perjuangan, kesetiaan, kesabaran, dan ketabahan yang telah dilalui bersama. sehingga perpisahan adalah satu kata yang pantang untuk di ucapkan. Karena cinta tidak hanya sekedar kata yang terucap, tapi sebuah bukti kebersamaan dalam suka maupun duka. Harta bisa dicari, tapi cinta sejati hanya bisa didapatkan dalam sebuah perjuangan hidup.

3. Anak-Anak Kita Lebih Menghargai Hasil Jerih Payah Dan Kerja Keras Orang Tuanya

Rasa hormat anak kepada orang tuanya, adalah bukti cinta terbesar anak. Hanya akan didapat jika mereka tau betapa besar pengorbanan dan perjuangan untuk membesarkan dan mendidiknya. kedekatan emosional orang tua kepada anak tentang arti sebuah perjuangan lebih dari cukup dari pendidikan dasar tentang hidup. Bagaiman sebuah doa dan niat menjadi satu dalam kerja keras untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

4. Mapan bukan soal kekayaan

Apakah seseorang kaya maka dikatakan mapan?

"Mencari pasangan yang mapan adalah mencari pasangan yang memiliki rumah, kendaraan, pekerjaan dan materi yang cukup untuk membangun sebuah rumah tangga yang bahagia." ( Herni, 34 Tahun, Pegawai Swasta)

"Mapan menurut saya bukan soal kekayaan semata, mapan adalah soal kesanggupan secara individu dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup ini." ( Rio, 30 Tahun, Pengusaha)

Ada dua pendapat yang berbeda tentang arti mapan yang sebenarnya. Yang tepat adalah, mapan sebenarnya bukan hanya soal kekayaan semata.

“Menikahlah sebelum mapan. Agar anak-anak anda dibesarkan bersama kesulitan-kesulitan anda. Agar anda dan anak-anak anda kenyang merasakan betapa ajaibnya kekuasaan Allah. Jangan sampai anda meninggalkan anak-anak yang tak paham bahwa hidup adalah perjuangan”

Jika seorang yang hendak menikah memiliki cara berpikir demikian, maka pernikahan bisa didekati dengan cara yang lebih rendah hati. Jika seorang laki-laki bisa berpikir ‘saya belum mapan’, misalnya, maka ia akan mendekati istrinya sebagai seseorang yang akan menyempurnakan hal-hal yang belum mapan dalam dirinya.dikutip dari viralation.com

Bagi saya, mapan tentu saja bukan soal kekayaan atau kepemilikan saja..





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

komentar :


Selengkapnya

Beginilah Harusnya Memperlakukan Bayi Baru Lahir


Diberikan anugerah berupa momongan tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi sebuah keluarga. Terlebih lagi bagi mereka yang sudah sejak lama menginginkannya dan harus melakukan berbagai cara untuk mendapatkanya. Rasa syukur pun terucap ketika buah hati yang diinginkan terlahir di dunia.

Di dalam agama Islam sendiri telah memberikan perhatian yang sangat detail terkait kelahiran seorang anak. Di mulai dari proses konsepsi, masa kehamilan kelahiran hingga hal-hal yang harus dilakukan untuk mendidik anak hingga dewasa.



Hal  ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga, merawat dan mendidik bayi sejak awal. Ternyat, ada perlakuan khusus untuk bayi yang baru lahir ke dunia. Apa sajakah perlakuan yang dianjurkan tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Mendoakan Bayi
Hal pertama yang harus dilakukan oleh orangtua ketika memiliki bayi yang baru lahir adalah mendoakannya. Doa ini bertujuan agar si anak menjadi seorang yang hidup dengan Islam dalam hatinya, keberkahan dalam segala urusan dunia dan akhiratnya, dijauhkan dari godaan-godaan setan yang terkutuk serta agar diberikan keselamatan hingga akhir hayatnya. 

Mendoakan bayi yang baru lahir ini tidak hanya dilakukan oleh ibu ataupun ayah dari bayi tersebut. Akan tetapi, hal ini juga bisa dilakukan oleh orang-orang yang mendengar kabar baik mengenai kelahiran bayi itu.

2. Melantunkan Adzan dan Iqamah
Setelah bayi lahir ke dunia, ada baiknya apabila sang ayah langsung melantunkan adzan di telinga kanan dan iqamah di bagian kiri. Hal ini bertujuan agar kalimat yang pertama kali didengar oleh sang ana adalah kalimat thayyibah serta dijauhkan dari seegala jenis gangguan setan, yang menjadi musuh manusia paling nyata. 

3. Tahnik
Perlakukan terhadap bayi selanjutnya adalah dengan melakukan tahnik. Mungkin banyak kaum muslim yang tidak mengetahui perihal perlakuan ini. Padahal sebenarnya tindakan ini dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap bayi yang baru saja lahir. Hal ini sesuai dengan yang diutarakan oleh Aisyah RA yang artinya:

“Apabila didatangkan bayi yang baru lahir ke hadapan Rasulullah Shallallahu Alahai wa Sallam, maka beliau mendoakan barakah kepadanya dan mentahniknya” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

Tahnik sendiri merupakan memberikan kurma yang dilembutkan di dalam mulut kepada bayi yang baru lahir. Tindakan ini memiliki manfaat tersendiri, menurut dr Raehanul Bahraen dinilai dapat menghindarkan bayi dari hipoglikemik yaitu kekurangan gula dalam tubuh.

4. Memberi Nama yang Baik
Seperti yang diketahui bahwa nama itu merupakan doa yang diberikan orangtua kepada bayi mereka yang baru lahir. Oleh sebab itu, orangtua harus memberikan nama yang paling baik untuk buah hati mereka. Tidak boleh sembarangan dalam memberikan nama kepada anak, jangan hanya sekedar indah atau unik namun juga harus mengandung makna yang baik. 

5. Aqiqah
Aqiqah memiliki pengertian menurut bahasa yaitu memotong ada juga yang mengartikannya sebagai menyembelih. Biasanya aqiqah dilakukan dengan meotong kambing sebagai tanda syukur kepada Allah karena telah menitipkan anugrah berupa anak kepada mereka. 

Menurut pendapat Imam Malik, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad. Dalil aqiqah dari Samurah bin Jundab, bahwa Rasulullah bersabda,

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuh disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad)
Sedangkan jumlah kambing aqiqah dapat dilihat dari hadits Aisyah Rahdiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bagi perempuan satu kambing” (HR. Ahmad Tirmidzi, Ibnu Majah)

6. Mencukur Rambut Bayi
Pada hari ke tujuh setelah kelahiran bayi Rasulullah SAW juga menyunanahkan orangtua untuk memotong rambut si bayi. Hal ini beliau contohkan ketika kelahiran cucunya Hasan dan Husain. Beliau memerintahkan memotong rambut dan menimbangnya dengan ukuran perak, kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.

Hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi saw mengaqiqahi Hasan dengan kambing, dan beliau menyuruh Fatimah untuk mencukur rambutnya. “Cukur rambutnya, dan bersedekahlah dengan perak seberat rambut itu.”

Fatimah pun menimbang rambut itu, dan ternyata beratnya sekitar satu dirham atau kurang dari satu dirham. (HR. Turmudzi 1519, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanaf 24234, dishahihkan al-Hakim dalam Mustadrak 7589 dan didiamkan azd-Dzahabi).

Demikianlah ulasan mengenai cara memperlakukan bayi yang baru lahir. Sebagai umat muslim, kita harus mengerjakan amalan yang disunnahkan. Selain agar mendapatkan pahala, mengerjakannya juga memiliki manfaat tersendiri bagi sang bayi.

Sumber  http://www.infoyunik.com/2015/12/beginilah-harusnya-memperlakukan-bayi.html  |


komentar :


Selengkapnya

Tunjukkan Padaku, Dimana Muhammad !

 LELAKI tinggi tegap itu berjalan sambil menghunus pedang. Ia adalah Umar bin Khattab. Hari itu ia sudah habis sabar. Ingin ia segera habisi orang yang bernama Muhammad.

Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-‘Adawi.

“Hendak kemana engkau, ya Umar?” tanya Abdullah.

“Aku hendak membunuh Muhammad,” dengus Umar.

“Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad?”

Umar berbalik pada Abdullah, dan menghardik, “Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asalmu?”

Alih-alih menjawab, Abdullah an-Nahham al-‘Adawi malah berkata, sambil menaikkan dagunya, “Maukah engkau kutunjukkan yang lebih mengagetkan daripada itu wahai Umar, sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu,” kata Abdullah.







Umar terperanjat. Tanpa banyak kata, ia langsung menuju ke rumah adiknya.

Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya. Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.

Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya: “Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”

“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja,” jawab adiknya.

“Pasti kalian telah murtad!” ujar Umar dengan geram.

“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu?” jawab ipar Umar.

Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera membangunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah.

“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah,” teriak Fatimah kepada Umar dalam keadaan penuh darah.

Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan seperti itu, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar.

Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut.

Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci.


Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya.

Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca: “Bismillahirrahmanirrahim.”

Kemudian dia berkomentar: “Ini adalah nama-nama yang indah nan suci.”

Kemudian Umar terus membaca :

طه

Hingga ayat :

إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku,” (QS. Thaha : 14).

“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad,” ujar Umar.

Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata: “Bergembiralah wahai Umar, aku berharap bahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa : ‘Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam’.

“Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa.”

Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang berada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya.

Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul.

Hamzah bertanya: “Ada apa?”

“Umar,” jawab mereka.

“Umar? Bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri.”

Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata : “Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunkan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah? Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab.”

Maka berkatalah Umar: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah.”

Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram. []


komentar :


Selengkapnya

Bolehkah Seorang Wanita / Muslimah Menipiskan Alis?

 JIKA kita melihat televisi seringkali kita melihat perempuan yang mengindahkan alisnya. Ada yang alisnya ditipiskan dan ditimpa dengan kosmetik, tau jenis lain hingga muncul pula istilah sulam alis. Tahukah Ukhti, bagaimana Islam memandang hal itu? Apakah kita sebagai seorang muslimah boleh menipiskan alis?

Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari menyebutkan bahwa,

“Rasulullah SAW melaknat perempuan-perempuan yang minta dicukur alisnya.

Ini adalah salah satu cara berhiasa yang berlebih-lebihan. Lebih diharamkan lagi jika mencukur alis ini dilambangkan seagai symbol peremupuan nakal. Akan tetapi mazhab Hambali membolehkan perempuan mencukur rambut diwajah jika seizin suami, karena itu adalah bagian dari berhias. Berlaianan dengan Imam Nawawi yang menyebutkan mencukur rambut dahi itu tidak boleh sama sekali, mengatakan bahwa hal itu bukanla bagian dari berhias.

Imam Thabrani meriwayatkan istri Abu Ishak, bahwa suatu hari dia pernah datang ke rumah Aisyah. Istri Abu Ishak waktu itu masih gadis dan masih seang kecantikan. Kemudian dia bertanya:

“Bagiamana hukumnya perempuan-perempuan yang menghias mukanya untuk kepentingan suaminya?”

Maka Aisyah menjawab:

“Hilangkanlah kejelekan-kejelekan yang ada pada kamu itu sedapat mungkin.”

[ds/islampos]

Sumber: Halal dan Haram/ Penulis: Yusuf Qaradhawi/penerbit: Jabal





komentar :


Selengkapnya

Bolehkah Berobat dengan Meminum Air Kencing Manusia ?

Ada sebagian pengobatan alternatif dengan meminum air kencing (air seni) sendiri sebagai caranya. Padahal air kencing manusia, kita sepakat akan najisnya. Sesuatu yang najis itu haram dikonsumsi. Bolehkah mengonsumsi yang haram ini untuk berobat?





Najisnya Kencing

Dalam hadits disebutkan,

أَنَّ أَعْرَابِيًّا بَالَ فِى الْمَسْجِدِ فَقَامَ إِلَيْهِ بَعْضُ الْقَوْمِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  دَعُوهُ وَلاَ تُزْرِمُوهُ  قَالَ فَلَمَّا فَرَغَ دَعَا بِدَلْوٍ مِنْ مَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ.

“(Suatu saat) seorang Arab Badui kencing di masjid. Lalu sebagian orang (yakni sahabat) berdiri. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Biarkan dan jangan hentikan (kencingnya)”. Setelah orang badui tersebut menyelesaikan hajatnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas meminta satu ember air lalu menyiram kencing tersebut.” (HR. Muslim no. 284). Hadits ini menunjukkan bahwa kencing manusia itu najis karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membersihkannya.

Shidiq Hasan Khon rahimahullah mengatakan, “Kotoran dan kencing manusia sudah tidak samar lagi mengenai kenajisannya, lebih-lebih lagi pada orang yang sering menelaah berbagai dalil syari’ah.” (Lihat Ar Roudhotun Nadiyah, 1: 22).

Masalah najis kencing, silakan baca: Mengenal Macam-Macam Najis.

Setiap yang Najis Dihukumi Haram

Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

كُلُّ نَجِسٍ مُحَرَّمَ الْأَكْلِ وَلَيْسَ كُلُّ مُحَرَّمِ الْأَكْلِ نَجِسًا

“Setiap najis diharamkan untuk dimakan, namun tidak setiap yang haram dimakan itu najis.” (Majmu’atul Fatawa, 21: 16).

Mengenai kaedah di atas dijelaskan pula oleh Imam Ash Shon’ani rahimahullah, “Sesuatu yang najis tentu saja haram, namun tidak sebaliknya. Karena najis berarti tidak boleh disentuh dalam setiap keadaan. Hukum najisnya suatu benda berarti menunjukkan haramnya, namun tidak sebaliknya. Diharamkan memakai sutera dan emas (bagi pria), namun keduanya itu suci karena didukung oleh dalil dan ijma’ (konsensus para ulama). Jika engkau mengetahui hal ini, maka haramnya khomr dan daging keledai jinak sebagaimana disebutkan dalam dalil tidak menunjukkan akan najisnya. Jika ingin menyatakan najis, harus didukung dengan dalil lain. Jika tidak, maka kita tetap berpegang dengan hukum asal yaitu segala sesuatu itu suci. Siapa yang mengklaim keluar dari hukum asal, maka ia harus mendatangkan dalil. Sedangkan bangkai dihukumi najisnya karena dalil mengatakan haram sekaligus najisnya.” (Lihat Subulus Salam, 1: 158).



Fatwa Ulama: Tentang Hukum Berobat dengan Minum Air Kencing Manusia

Ada pertanyaan yang ditujukan pada Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh -mufti Kerajaan Saudi Arabia- di masa silam: Ada seseorang yang telah minum air kencingnya sendiri selama 80 hari, apakah boleh berobat dengan yang haram seperti itu?

Syaikh rahimahullah menjawab, “Tidak boleh berobat dengan menggunakan yang haram. Tidak ada obat dalam sesuatu yang haram. Diharamkan berobat dengan sesuatu seperti yang ditanyakan. Karena dalam hadits disebutkan, “Berobatlah wahai hamba Allah, janganlah berobat dengan yang haram.” Juga disebutkan pula, “Sesungguhnya Allah menjadikan obat pada umatku bukan yang diharamkan padanya.“

Akan tetapi, mintalah pada Allah dengan hati yang penuh kekhusyu’an supaya engkau disembuhkan dan diberi taufik untuk segera sembuh. Semoga Allah pun memberikan kepadamu kesehatan. Wassalamu ‘alaikum.

Dinukil dari Al Fatawa Al Muta’alliqoh bith Thib wa Ahkamul Marodh, 1: 198.



komentar :


Selengkapnya

Inilah Tanda Bahwa Allah Adalah Rabb Alam SEMESTA



 Jika anda ditanya melalui apa Anda mengenal Rabb Anda. Maka hendaklah Anda jawab melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. 

Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya. 

Dan dalilnya firman Allah Ta’ala :

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kalian bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kalian benar-benar hanya kepada-Nya lah beribadah” (QS. Fushshilat: 37).

Dan firman-Nya Ta’ala:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia berada di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, senantiasa mengikutinya dengan cepat. Dan Dia (ciptakan pula) matahari dan bulan serta bintang-bintang, (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. Maha Suci Allah Tuhan semesta alam” (QS. Al-A’raaf : 54).




Kesimpulan Dalil

Surat Fushshilat: 37 dan QS. Al-A’raaf: 54 menunjukkan keberadaan Allah dan bahwa Allah lah satu-satunya Rabbul ‘alamin, Dia lah Sang Pencipta, Sang Pemilik, dan Sang Pengatur malam, siang, matahari, bulan, bintang, langit dan bumi.
Dengan demikian, mengenal Ar-Rabb (Allah) dapat melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya.

Penjelasan Dalil

Allah Ta’ala menyebutkan dalam surat Fushshilat: 37 bahwa di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Yang dimaksud tanda-tanda kekuasaan-Nya di sini adalah tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan Allah dan Keesaan-Nya dalam Rububiyyah-Nya dan Uluhiyyah-Nya. Sedangkan dalam surat QS. Al-A’raaf: 54, Allah Ta’ala menyebutkan bahwa hanya Dialah Sang Pencipta langit, bumi, matahari, bulan, bintang dan bahwa hanya Dia-lah Rabbul ‘alamin.

Dengan demikian, benarlah apa yang dijelaskan penulis kitab Tsalatsatul Ushul di atas, ketika menyebutkan melalui apa Anda mengenal Rabbmu? Maka hendaklah Anda jawab melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya.
***

Penulis: Ust Sa’id Abu Ukasyah



komentar :


Selengkapnya

Nikah Usia 17 Tahun Tanpa Pacaran, Pasangan Ini Sekarang Menjadi Miliarder

Menikah mudah pada usia 17 tahun sering dianggap belum matang dalam membina rumah tangga, namun hal tersebut terbantahkan oleh pasangan Ibnu Riyanto dan Sally Giovani. Pasangan ini menikah pada usia 17 tahun setelah lulus SMA pada tahun 2006 dan tanpa melalui proses pacaran.






Pasangan ini bukan berasal dari keluarga kaya, namun berkat kegigihanya pasangan ini sekarang telah menjadi salah satu pengusaha batik sukses dan menjadi Miliarder. Pasangan ini juga telah memiliki lebih dari 1000 karyawan.

Kesuksesan yang diraih oleh pasangan Ibnu dan Sally ini tak lepas dari keputusan besarnya untuk menikah di usia muda 17 tahun. Dengan menikah menurut Ibnu menjadi gerbang bagi seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saat menikah pasangan ini sama sekali tidak memiliki pekerjaan (pengangguran). Kondisi tersebut membuat Ibnu selaku kepala rumah tangga memutuskan untuk berbisnis dan berdagang.
Awal mula mulai berbisnis pasangan ini hanya dengan modal 17 Juta Rupiah yang diperolehnya dari uang amplop pernikahan dari sumbangan para teman dan kerabatnya.
Saya benar-benar memulai berbisnis dari titik nol. Saat itu, modal awal saya untuk memulai bisnis hanyalah uang amplop dari pernikahan saya sebesar Rp17 juta. Waktu itu saya belum bisa mendapat pinjaman dari perbankan,” Ujar Ibnu seperti dilansir Suara.com.
Bisnis pertama kali yang dilakukan pasangan ini adalah berjualan kain putih (kain kafan) selama 2 tahun. Jualan kain putih ini juga untuk memasok kain kepada para pengrajin batik di Cirebon. Kemudian pasangan ini memulai belajar dari para pengrajin batik mengenai proses membuat batik sehongga memahami proses memproduksi batik. Setelah itu mencoba memproduksi batik dan dijual ke tanah abang, namun hasilnya kurang memuaskan.




Saya mulai ambil sampel dan mulai berjualan di Tanah Abang Jakarta Pusat. Saya sempat mendapat banyak penolakan namun saya memilih untuk terus bertahan” papar Ibnu.
Pada tahun 2008, Ibnu dan Sally membuka toko batik berukuran 4×4 meter di rumahnya. Saat itu trend batik sedang mulai naik, apalagi ketika ada klaim dari Malaysia tentang batik.
Alhamdulillah atas izin Allah saat ini bisnis batik pasangan Ibnu dan Sally telah memiliki mall besar khusus batik di Cirebon dan telah memiliki 9 cabang, di berbagai kota, mulai dari Cirebon, Jakarta, Medan, Palembang, Yogyakarta dan Surabaya.
Nama brand bisnis batik pasangan ini adalah TRUSMI, diambil dari nama salah satu daerah di Cirebon yang merupakan sentra pembuatan batik di Cirebon.
Selain bisnis batik, pasangan ini mulai merambah ke bisnis properti dan telah berhasil membangun sejumlah perumahan seperti Golden Plered Regency, Golden Kedawung Regency, Love Regency, Queen Regency, Maryland Regency, Montana Village, Lovina Village, dan Sanur Village. [islamedia/az]


komentar :


Selengkapnya

YESMUSLIM - Mari Belajar dan Berbagi

Portal Muslim Terupdate

Back to Top