Kisah Inspiratif: Petani Yang "Berjual Beli" dengan Allah Di Masa Pandemi

  Yes    Muslim    - Seorang petani di Cipanas Cianjur Jawa Barat, mengurus lahan pertaniannya yang ditanami sayuran kangkung cabut, bayam, caisim, dan sawi putih selama berbulan bulan, menggarap lahan, menyemai bibit, dan memupuk serta merawatnya hingga panen.

Telah diperhitungkan waktu panen saat Ramadhan menjelang lebaran, karena biasanya pengalaman tahun-tahun sebelumnya sayuran dihargai lebih tinggi.



Kisah Inspiratif


Qadarullaah..  terjadi pandemi.. hati petani resah, setiap hari mencari informasi tentang  perkembangan kondisi, dan ternyata berhembus kabar bahwa pemerintah melakukan pencegahan penyebaran dengan melaksanakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Petani ini adalah salah satu suplier sayuran ke pasar induk di Jakarta, namun dengan PSBB tak ada lagi aktifitas jual beli kesana. Hatinya semakin gundah.. terbayang panen kali ini tak bisa dijual sesuai ekspektasi.

Tengkulak berkeliaran, menawarkan "solusi", membeli semua hasil panen namun dengan harga murah.

"Kami cuma mau bantu aja, sebenarnya belum tau juga mau jual kemana, orang ga boleh kemana-mana, ya..itu sih terserah kalo mau (jual) silahkan, kalo ga mau ya gapapa.. kita kasian aja..sayuran ga dipanen kan sayang..," bujuk tengkulak menekan harga.

Petani bimbang.. harga beli tengkulak ga masuk akal seandainya setara dengan modal pun sudah rugi tenaga dan waktu, apalagi ini dibawah modal, ruginya banyak.

Teman-teman petani ini banyak juga yang akhirnya menjual ke tengkulak..

"Tuh si Acep juga jualnya ke saya, dari pada udah dipetik dibawa ke Jakarta dijalan nanti disuruh puter balik, rugi ongkos rugi tenaga mau dikemanain ntar sayurannya?" ujar tengkulak.

Petani memilih bersabar..

"Nanti saya diskusi dulu sama orang rumah," petani berdiplomasi.

"Ya , terserah jangan lama lama ya, ntar keburu kehabisan duit saya sama yang lain..," tengkulak pakai jurus pamungkas.

"Ditunggu sampai seminggu sebelum lebaran aja pak siapa tau ada perubahan peraturan," nasihat istrinya.

Tiba sepekan sebelum hari raya, keadaan tak kunjung membaik, harga sayur jungkir balik.

Betapa sedihnya petani..

Selepas shalat subuh, ia pergi ke kebun..

Sepanjang jalan ia terus bershalawat..

Tiba di kebun, ia lepaskan pandangan ke hamparan sayur yang subur, segar dan menghijau. Butiran airmata menetes membasahi pipinya, disentuhnya daun daun sawi itu lembut seraya, berdoa kepada Allah SWT.

"Ya Allah, Engkau menjadi saksi hamba sudah maksimal ikhtiar, mohon berikan hamba ampunan dan rahmatMu.. jika sekira dosa-dosa hamba menjadi penghalang datangnya rezekiMu ampunilah hambaMu ini ya Allah.. berikanlah kami rahmatMu petunjuk agar kami tak salah langkah.. ya Allah.. beri hamba kekuatan dan ketenangan menghadapi takdir ini..hamba percaya tak ada yang sia-sia atas



segala ciptaanMu." Doa petani pagi itu diantara pohon pohon sayur.

Dilihatnya berita dari handphone, kabar tentang betapa banyak orang yang tak punya meski hanya untuk sekedar makan. Mereka tak mampu beli lauk atau sayur.. padahal biasanya mungkin merekalah konsumen petani selama ini.

Dan siapakah yang mampu menggerakkan hati, tangan dan langkah petani yang kemudian memiliki keyakinan untuk menjual semua sayuran itu hari ini.. iya, beliau menjual semua sayurnya bukan kepada manusia, melainkan kepada pemilik rezeki pecipta manusia.

Ditutupnya portal berita setika itu juga, dan dengan mantap ia berkata "Wahai Allah aku akan jual semua sayuran ini kepadaMu, jika semua pasar tak mampu membeli dengan harga yang pantas, maka aku yakin hanya Engkaulah yang sanggup membayar dengan harga terbaik, akan aku panen semua sayuran ini dan aku akan anterkan pada mahlukMu yang membutuhkannya, aku mohon ya Allaah terimalah amal kami.." seru petani sambil berderai airmata.

Matahari belum terlalu tinggi ini Ramadhan hari ke 26 besok hari ke 27, di waktu duha diantarnya segerobak penuh sayur ke pesantren disekitar tempat tinggal petani.

"Ambillah, semua sayuran ini sudah dibayar, saya hanya diminta mengantarkannya kesini," jawab petani ketika ditanya berapa harga semua sayur tersebut.

Selanjutnya diantar ke RS, ke puskesmas, ke mesjid, ke kampung pemulung, ke tetangga tetangga, yang mampu apalagi yang kurang mampu, ke rumah para assatidz, sampai ke balai desa.

Menjelang magrib baru selesai prosesi kurir sayuran dikerjakan.


Selepas shalat magrib dan berbuka, badan petani terasa amat kelelahan, kakinya pegel pegel, sakit semua. Namun entah bagaimana hatinya bahagia, tak ada sedih, tak ada kuatir, tak ada penyesalan atas "kekonyolan" yang ia kerjakan bersama keluarganya seharian ini.

Sore itu entah ada berapa ratus perut yang terisi dengan menu sayuran yang sehat, dan setiap pemilik perut tersebut berdoa dan bersyukur kepada Allaah.. doa mereka hampir sama "semoga Allah, membalas kebaikan siapapun yang memberi sayuran ini dengan kebaikan dan keberkahan yang berlimpah".

Barangkali itulah asbab ketenangan jiwa yang dirasakan petani..

Tak ada serupiah pun yang ia bawa meski seluruh "dagangannya" habis terjual hari ini..

Hingga keesokan harinya tiba-tiba seseorang menghubunginya via Wa, dari nomor yang tak ia kenal..

"Pak Ade, saya Imron kita belum pernah jumpa tapi saya mendengar tentang bapak dari pak Kades tadi siang, katanya bapak panen sayur lalu dibagikan gratis ke warga, kalo boleh saya ingin menitipkan infaq kebetulan ini bulan Ramadhan, mungkin tak banyak, namun semoga bermanfaat untuk membeli benih dan pupuk agar bapak bisa tetap bertani setelah ini..bisa saya minta no.rek bapak?"

Demikian isi pesan di what's up yang diterima petani.

Kawan, jika ditaksir tengkulak seluruh kebun dihargai 1,5 juta.

Padahal modalnya 3.5 juta rupiah.. panen diharapkan pak tani mendapat 5 juta rupiah.

Namun karena dijual kepada Allah maka harganya diberi harga terbaik ...dibayar dua kali lipat yaitu menajdi Rp 10 juta.

Dan masih ada harapan balasan pahala surga insyaallaah..

Ibarat petani, sebenarnya kita semua  juga bisa memiliki peluang yang sama.

Sungguh jual beli yang tak akan pernah menemukan kata rugi adalah berjual beli dengan Rabb kita Allah SWT.

👍💐🙏

(Sumber: fb)


Republished byYesmuslim.Net ] 


?? Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Kisah Inspiratif: Petani Yang "Berjual Beli" dengan Allah Di Masa Pandemi



Selengkapnya

Pengalaman Pribadi Deposito 20 Juta di Bank BNI Syariah, Ini Hasilnya

  Yes    Muslim    - Salah seorang teman saya diketahui memiliki tabungan deposito di bank BNI Syariah sebesar 20 juta rupiah. Lantas momoen ini langsung saya manfaatkan untuk dijadikan bahan artikel siahmad.com. 

Saya menanyakan beberapa hal dari sistem hingga hasil yang didapatkan setiap bulannya. Berikut kesimpulan dari pengalamannya mendepositokan uang 20 Juta di BNI Syariah.





Postingan siahmad.com yang satu ini hanya sebagai review dan gambaran bagi kalian yang ingin mengetahui seberapa besar hasil real yang didapatkan dari deposito di Bank BNI Syariah. Saya sendiri tidak terlalu mengerti itung-itungannya, jadi langsung aja kita lihat hasil yang didapatkan ya.

Kenalan Siahmad.com mencoba deposito di BNI Syariah berjangka 12 bulan, dan pada praktiknya, saat artikel ini dipublikasikan deposito yang dijalankan telah selama 1 tahun 10 bulan, awal buka dari Januari 2016 dan tutup di bulan Oktober 2017 (Bagi hasil yang didapatkan mulai Februari 2016-September 2017 atau 19 Bulan). Perpanjangan kontrak deposito dilakukan secara otomatis oleh sistem Bank yang dikenal dengan istilah ARO (Automatic Roll Over).
Sebelumnya mari kita simak dahulu beberapa informasi penting tentang deposito di Bank BNI Syariah :
BNI Deposito iB Hasanah yaitu investasi berjangka yang dikelola berdasarkan prinsip syariah yang ditujukan bagi nasabah perorangan dan perusahaan, dengan menggunakan akad mudharabah.
Fasilitas:
  • Bilyet Deposito
  • Terdapat pilihan mata uang Rupiah dan US Dollar
  • Terdapat pilihan jangka waktu : 1,3,6,12 bulan
Manfaat :
  • Dapat atas nama perorangan maupun perusahaan
  • Bagi hasil dapat ditransfer ke rekening Tabungan, Giro atau menambah pokok investasi (kapitalisasi).
  • Fasilitas ARO (Automatic Roll Over) yaitu perpanjangan otomatis jika deposito jatuh tempo belum dicairkan
  • Dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan
  • Nisbah bagi hasil Deposito lebih tinggi dari nisbah tabungan.
Nisbah:

Nasabah
Bank
1 bulan
46%
54%
3 bulan
47%
53%
6 bulan
49%
51%
12 bulan
50%
50%

Persyaratan dan Tata Cara :
  • Kartu Identitas Asli (KTP/Paspor) untuk Nasabah Perorangan
  • Legalitas Perusahaan untuk Nasabah Perusahaan
  • Setoran awal minimal Rp 1.000.000,-/ USD 1.000
Biaya :
Biaya Materai

Nah setelah mengetahui beberapa hal di atas, mari kita lihat ini hasil yang siahmad.com dapatkan berdeposito di Bank BNI Syariah. Karena terkendala jarang update atau simpan screenshot hasil setiap bulan, langsung aja saya tampilkan hasil secara keseluruhannya ya. Nanti kita analisa bersama berapa persen yang saya dapatkan.

Hasil Deposito 20 Juta di BNI Syariah

Bagi Hasil Pertama di dapatkan pada Bulan Februari 2016 dan yang terakhir pada bulan September 2017. Jadi selama 19 Bulan atau 1 tahun 7 bulan yang saya dapatkan bagi hasilnya tiap bulan, jumlah uang yang sebelumnya 20 Juta menjadi Rp.21.539.021
Untung Bersih nya :
Rp.21.539.021 – ( Rp.20.000.000 + Rp.6.000 materai buka + Rp.6000 materai tutup) 

RP. 1.527.021 (Satu Juta Lima Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu dua puluh satu rupiah)

ATAU 7.6 Persen untuk 19 bulan. Jika untung bersih dibagi selama 20 Bulan, maka setiap bulannya saya mendapat  :
Rp.1.527.021 /20 bulan = Rp,80.369,52../Bulan
Jika dipersenkan dalam 1 tahun, dapatnya 4.8221712 % Itulah penambahan yang yang didapatkan selama 12 bulan jika diambil data dari hasil rata-rata setiap bulannya. 
Dari pengalaman ini, hasil tertinggi bagi hasil bulanan didapatkan setelah bulan ramadhan. Mencapai 100 ribu kalau saya tidak salah ingat. artinya uang yang diputar saat bulan ramadhan memberi hasil untuk yang baik.
Saya mohon maaf karena tidak memiliki data bagi hasil tiap bulan, karena selama 19 bulan, hanya ada beberapa kali yang sempat saya screenshot melalui internet banking, namun beberapa hasil sudah ga tau tersimpan di mana, mungkin terhapus. Selain itu di internet banking terbatas hanya bisa cek mutasi 6 bulan ke belakang.
Mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam menggunakan istilah maupun perhitungan. Mohon sudi kiranya mengoreksi melalui kolom komentar.
*Note : Dari ceramah-ceramah yang saya dengar, belum ada bank Syariah yang benar-benar syariah di Indonesia. Semuanya masih menuju Syariah. Oleh karena itu nasihat sang ustad, sebaiknya dibantu agar hidup dan tumbuh hingga benar-benar menjadi bank Syariah yang kaffah. Wallauhua’lam



Pengalaman Berdeposito di Bank Syariah (BNI Syariah)


 Sudah sejak lama sekali saya ingin punya simpanan deposito. Kalau tidak salah sih, ini keinginan saya sejak SMP. Kala itu, mendengar seseorang punya deposito tampaknya sangat keren. Orang yang memiliki deposito pastilah memiliki masa depan yang terjamin, begitu pikir saya ketika itu. Hingga akhirnya, alhamdulillah pada akhir tahun 2015 lalu saya diberi rezeki berlebih. Kelebihan rezeki itu saya bagi menjadi tiga, satu bagian untuk disedekahkan, satu bagian untuk membeli barang˗barang yang saya butuhkan dan satu bagian lagi saya investasikan.



Jatah 1/3 untuk investasi itu salah satunya tentu saya depositokan, karena itu impian saya sejak kecil. Nah, pada saat itulah saya melakukan survey layanan tiap-tiap bank yang ada di kota saya melalui website resminya dan juga melalui artikel-artikel di blog yang membahas layanan masing-masing bank itu. Sedari awal saya lebih condong ke bank syariah. Pertimbangan saya karena semakin hari saya semakin sadar bahwa saya yang beragama Islam, akan lebih baik bagi saya untuk mulai berusaha menjalani hidup sesuai dengan perintah-Nya. Salah satu perintah Allah swt adalah menjauhi riba, seperti tercantum dalam Qurat surat Ali Imran:130 sebagai berikut:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan (Ali Imran:130)”

Tapi meski begitu, yang bernama riba, terutama dalam bentuk bunga (interest) sukar sekali untuk dihindari. Hal ini sebenarnya sudah diprediksi oleh nabi Muhammad saw yang bersabda yang artinya, “Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorang pun diantara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) untuk tidak memakannya,  maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya (HR. Ibnu Majah no 2278)”

"is it possible to avoid riba in our life? (sumber gambar: financialislam.com)"

Sabda Nabi saw pada sekitar empat belas abad yang lalu itu ternyata benar terjadi di masa kini dimana umat Islam sukar sekali untuk benar-benar tidak terkena riba. Padahal Islam bukan agama yang hanya mengatur hablumminallah (hubungan antara manusia dengan tuhannya) saja, tapi Islam juga telah mengatur bagaimana hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia).

Salah satu hablumminannas yang diatur dalam Islam adalah muamalah,yang kurang lebih berarti hukum-hukum Islam yang mengatur urusan dunia dan kehidupan manusia. Dalam Islam, transaksi keuangan harus bersifat win-win solutions alias saling menguntungkan, saling percaya dan tentu menghindari riba.

Itulah sedikit pemahaman saya mengenai sistem keuangan syariah. Setelah mempertimbangkan jumlah dana yang akan saya simpan, lalu membandingkan layanan antarbank sekaligus membaca review dari nasabah bank-bank tersebut di internet, akhirnya saya putuskan untuk membuka akun tabungan deposito di bank BNI Syariah. Selain karena BNI Syariah insya Allah juga sesuai dengan syariat (ketentuan) Islam, saya juga memilih BNI Syariah dengan pertimbangan:

1. Nilai minimal deposito yang lebih kecil. Jumlah dana yang akan saya depositokan memang tidak begitu besar. Oleh karena itu saya sempat ragu untuk menyimpannya sebagai deposito. Tapi demi mencapai keinginan saya sejak SMP sekaligus menyiapkan cadangan dana tak terduga di masa depan nanti, akhirnya saya depositokan juga dengan nominal itu.

2. Tidak ada biaya penalti. Ini adalah salah satu keunggulan BNI Syariah. Seperti yang kita tahu, deposito biasanya identik dengan pengertian simpanan uang di bank dalam jangka waktu tertentu yang tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo dan jika terpaksa diambil sebelum tanggal jatuh tempo, nasabah akan dikenai biaya penalti. Namun hal itu tidak berlaku di BNI Syariah karena nasabah bisa mengambil dana yang telah didepositokan kapan saja bahkan sebelum jatuh tempo. Senangnya…

Sebenarnya ada beberapa keunggulan lain atas layanan deposito di bank BNI Syariah. Namun yang paling membuat saya tertarik adalah dua alasan itu. Soal nisbah (bagi hasil), BNI Syariah menerapkan nisbah yang berbeda tergantung jangka waktu deposito yang diinginkan nasabah. BNI Syariah menyediakan jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan, semakin lama deposito disimpan di bank maka semakin besar bagian nisbah untuk nasabah. Namun saat itu, saya disarankan oleh customer service (CS) untuk mengambil jangka waktu 12 bulan (satu tahun) saja, karena nisbah untuk nasabahnya yang lebih besar dan jika pun suatu saat akan saya ambil sebelum jatuh tempo, deposito itu tetap dapat saya ambil dengan membawa KTP dan sertifikat depositonya.

Selain itu, tersedia juga layanan automatic roll over(ARO) yang berarti perpanjangan otomatis atas deposito yang telah jatuh tempo namun belum diambil. Terdapat tiga pilihan atas nisbah (bagi hasil) yang didapat nasabah, apakah ingin dikirimkan ke rekening tabungan/giro BNI Syariah milik nasabah atau ditambahkan ke pokok deposito.

Saya sangat puas dengan layanan simpanan deposito yang diberikan oleh BNI Syariah. Sebelumnya tiap transaksi saya selalu di bank konvensional dan belum pernah di bank syariah. Dengan layanan purna jual yang diberikan salah satu bank syariah itu saya menjadi yakin bahwa bank syariah di Indonesia itu sama bagusnya, sama lengkapnya dan sama modernnya dengan bank yang lain.

Di era teknologi informasi saat ini, keterbukaan informasi dari suatu perusahaan/lembaga yang ditampilkan di website resmi dan sosial medianya sekaligus juga opini masyarakat menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan dan dicari serta dapat membentuk citra perusahaan/lembaga itu. Meski begitu, citra yang baik tak akan berarti apa pun jika tak diimbangi dengan kinerja, pelayanan langsung yang sama baiknya dari perusahaan/lembaga itu kepada masyarakat. Oleh karena itu sangat penting bagi setiap perusahaan/lembaga, termasuk bank syariah yang memang sudah berkinerja baik untuk dapat menampilkan kinerja baiknya itu di website atau sosial media miliknya juga sehingga masyarakat menjadi tahu dan semakin tahu akan kebaikan perusahaan/lembaga tersebut.

sm@14.03//03042016



Republished byYesmuslim.Net ] 


?? Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Pengalaman Pribadi Deposito 20 Juta di Bank BNI Syariah, Ini Hasilnya



Selengkapnya

Ternyata Dracula Adalah Kisah NYATA ! Dia Dibunuh oleh Umat Muslim


Tahukah Anda, Siapa itu Dracula? Sang Pembantai

  Yes    Muslim    - Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk manipulasi sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian dihasilkan  seolah-olah menjadi tokoh yang nyata oleh Barat, tetapi Dracula merupakan keterbalikannya, tokoh fakta dijadikan fiksi.





Diawali dari novel  karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, kemudian tokoh ini mulai difilmkan seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoor of of Dracula (1958), Nosferatu (1922) yang dibuat ulang pada tahun 1979 dan film-film dracula yang lain yang dikemas dalam bentuk yang lebih moden seperti Twilight.

Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna , kisah Dracula   sebenarnya merupakan pembesar Wallachia , berketurunan Vlad Dracul.

Dalam uraian Hyphatia tersebut, kisah Dracula tidak boleh diceritakan  paska Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ustmaniyah sebagai wakil Islam, dan Kerajaan Hungary sebagai wakil Kristen.

Keduanya tersebut berusaha menguasai dan merebutkan wilayah-wilayah baik  Eropa maupun di Asia . Puncak  peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel, yaitu ketika benteng Kristian ada di  tangan kekuasaan khilafah Ustmaniyah.


 



Dalam peristiwa Perang Salib,  Dracula merupakan salah seorang panglima tentera Salib. Dalam perang inilah Dracula banyak melakukan pembunuhan terhadap umat Islam. Hyphatia memaparkan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 jiwa umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang  sangat biadab dan kejam, yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula.
Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang itu ditusuk dubur dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya ditajamkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dimasukan sehingga kayu sula tersebut menembus hingga perut, kerongkongan hingga menembus kepala melalui mulut.
Hyphatia mengatakan dalam bukunya :
“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulakan. Para prajurit melakukan perintah tersebut  seolah seperti robot yang telah dipogram. Penyulaan disulami dengan teriakan kesakitan dan jeritan penderitaan yang segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam pada saat itu sedang dijemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”
Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban kekejaman penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:
“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis  kerana mereka   kesakitan yang amat apabila hujung kayu menembus perut kecilnya. Tubuh-tubuh korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajalnya.”
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi kerana dua sebab. Pertama, pembunuhan beramai – ramai yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak boleh dihapuskan dari Perang Salib.
Negara – negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi tunggak utama tentera Salib, tidak mau tercoreng wajahnya. Mereka termasuk yang mengutuk dan menentang pembunuhan beramai – ramai oleh Hilter dan Pol Pot, tidak ingin membuka aib mereka sendiri. Dan ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin tampil seperti pahlawan.
Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Walau bagaimana pun kejamnya Dracula, nama baiknya akan selalu dilindungi. Sehingga di Rumania saat ini, Dracula masih dianggap pahlawan. Sebagaimana sebahagian besar sejarah pahlawan – pahlawan pasti akan diambil sebagai superhero dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.
Untuk menutup kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula.  Mereka berusaha agar sejarah  jati diri  Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui bahwa usaha Barat untuk mengubah sejarah Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil.
Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dengan banyaknya masyarakat, khususnya umat Islam sendiri yang tidak mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula.  Masyarakat umum hanya mengetahui bahwa Dracula adalah merupakan lagenda vampire yang kehausan darah, tanpa mengetahui kisah sebenarnya.
Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah diketahui umum  bahawa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak boleh dilepaskan dari dua benda, yaitu bawang putih dan salib.
Konon hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan  dikalahkan. Menurut Hyphatia penggunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus jejak sejarah pahlawan mujahid-mujahid Islam dalam perang salib,  sekaligus untuk menunjukkan kehebatan mereka.
Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II) dan juga dikenali sebagai Al- Fateh dalam sejarah Islam.  Sultan ini merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula, ia adalah seorang yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun barat berusaha memutarbalikkan fakta ini.
Mereka berusaha menciptakan cerita sejarah agar merekalah yang terlihat mengalahkan Dracula. Maka diciptakan sebuah fiksi bahwa Dracula hanya boleh dikalahkan oleh salib. Tujuannya adalah ingin menghilangkan peranan Sultan Mahmud II sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling hebat, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. (DYP)
Republished byYesmuslim.Net ] 


?? Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Ternyata Dracula Adalah Kisah NYATA ! Dia Dibunuh oleh Umat Muslim



Selengkapnya

Pura-Pura Miskin Saat Acara Bukber Reuni SMA, Bos Minimarket jadi Tahu Mana Temannya Yang Palsu

  Yes    Muslim    - Sebuah kisah nyata tentang persahabatan datang dari seorang pengusaha yang sudah mempunyai banyak cabang minimarket yang bergerak di bidang penjualan aneka buah segar. Saat itu ia ingin menghadiri acara bukber (buka bersama) plus reuni SMA.

Rasa kangen ingin bersilaturahim sudah kuat, karena selama puluhan tahun ia tak pernah bertemu dengan teman-temannya masa SMA, ia pun tak sabar ingin segera datang dalam acara reuni tersebut.

Pura-Pura Miskin Saat Acara Bukber Reuni SMA, Bos Minimarket Ini Tahu Mana Temannya Yang Busuk
Ilustrasi


Iapun melontarkan keinginannya kepada sang istri yang juga satu almameter dengan suaminya. Namun sang istri menentangnya, istrinya sangat tidak setuju dan melarang sang suami bertemu teman-teman lamanya, karena sang istri punya pengalaman pahit pada moment reuni yang pernah diikutinya, yakni menjadi tempat ajang pamer kekayaan antara teman satu dengan lainnya.

Tapi pria ini tidak lantas percaya. Kalaupun memang demikian pasti tidak dengan teman-teman lamanya.

Tibalah tanggal dan hari undangan reuni tersebut. Sang suami pun berangkat dengan izin istrinya. Namun tumbuh rasa penasarannya. Meskipun banyak mobil mewah terpajang di garasi rumahnya, namun ia lebih memilih untuk naik motor butut milik pembantunya dan memakai kaos bolong-bolong yang sudah pudar warnanya.
Sesampainya disana tak ada yang berbeda. Waktu yang begitu lama telah mempertemukan teman-teman SMA nya, dan saling mengingat masa lalu, hingga tiba-tiba saling bercerita tentang kehidupan, istri, anak dan usaha yang digeluti saat ini.

Ada yang menjadi manager di sebuah perusahaan ternama, ada yang menjadi kepala cabang di sebuah bank swasta, ada yang sukses dengan bisnis warisan orang tua dan mertuanya. dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak yang diceritakan, pria ini bahagia semua temannya sudah sukses. Tibalah dia ditanya, bagaimana kerja dan usaha yang ia jalani.

Iapun menjawab hanya mempunyai tempat dipinggir jalan yang ia gunakan untuk berjualan buah, dari hasilnya pun sudah cukup untuk kebutuhan hidup anak dan istri.

Mendengar jawaban tersebut, teman-temannya yang berada di sampingnya agak menggeser duduknya agar bisa menjauh dari pria itu.

Beberapa detik kemudian teman-temannya pun menimpali.

“Tenang prend…., ini nanti kami semua yang bayar kamu nambah lagi lah, biar pernah makan enak…”. kata si A sambil pongah.

“Wah, hidupmu melarat banget, ya…!” ucap si B.

Tak sampai disitu si C berkata, “Kasihan sekali kamu, kebetulan aku jadi marketing bank, nanti kalau mau hutang buat modal usaha ke aku aja ya… Sama temen sendiri prosesnya gampang, tapi bunganya memang lebih tinggi dari bank negara ya, maklum bank swasta coy...”

Mendengar ucapan dan tingkah teman-temannya yang pongah, ia pun bersedih. Meski bibirnya memperlihatkan senyum tipis.

Teman-temannya yang dulu sudah berubah. Iapun ingat akan perkataan istrinya. Pria ini pun tetap mengikuti acara demi acara hingga selesai buka bersama.

Hingga kemudian, ia menghabiskan berbuka puasa duluan diantara teman-temannya. Dan ia pamit untuk shalat ke masjid terdekat, namun sebelum itu ia ke kasir untuk membayar semua makanan dan minuman yang dipesan seluruh temannya.

Teman-temanya yang pergi ke kasir heran, saat akan membayar tagihan. Kasir bilang, semua tagihan telah dilunasi pria berkaos kumuh tadi. Mereka pun kaget mendengarnya

Pamitlah pria ini, dan menolak untuk diajak karaoke.

“Terimakasih atas pertemuannya kawan-kawan, aku pulang dulu, mungkin lain kali saja kita bertemu lagi”

“Lho, kok malah kamu yang bayar semua tagihan, janganlah kita kan teman, bagilah-bagilah” teman-teman saling bersahutan.

“Ah, nggak apa-apa, uangku masih cukup kok,” katanya sambil berpamitan

Akhirnya pria ini pergi dengan hati yang pedih, bukan karena telah mengeluarkan uang banyak karena mentraktir temannya. Tapi karena semua temannya telah berubah karena harta yang sementara.





Republished byYesmuslim.Net ] 


?? Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Pura-Pura Miskin Saat Acara Bukber Reuni SMA, Bos Minimarket jadi Tahu Mana Temannya Yang Palsu



Selengkapnya

Ciri Orang Yahudi, Memanjangkan Jambangnya, Memakai Jas Dan Topi Bundar (Fedora)

  Yes    Muslim    - Jika kita melihat orang-orang Yahudi di internet, TV, media dan sebagainya pastinya kita melihat mereka memakai pakaian yang seragam. Hampir semuanya memakai jas hitam panjang dan topi bundar (fedora). Tidak hanya itu, mereka juga memanjangkan jambang-jambang mereka yang kita lihat lucu juga.

Itu yang membuat saya penasaran dan curious. Kira-kira kenapa mereka memanjangkan jambangnya? kenapa mereka memakai topi fedora dan kenapa memakai jas panjang berwarna hitam.



Pembahasan kali ini masuk kedalam kategori mengenal Agama. Pastinya membaca atau tidaknya artikel ini tidak menambah atau mengurangi iman seseorang. Tulisan ini hanya sebagai wawasan tambahan kita.

Perlu pembaca ketahui, mencari informasi lengkap mengenai topik ini sangat sulit. Saya sendiri belum menemukan buku yang benar-benar membicarakan bagaimana cara berpakaian kaum Yahudi yang membahas jas dan topi fedoranya. Informasi yang saya dapat sendiri adalah hasil pemahaman saya dari situs-situs website Yahudi dan berbahasa Inggris serta juga dari Youtube. Oleh karenanya tentu masih banyak kekurangan informasi yang saya bagikan, pun juga mungkin jika ada kesilapan mohon diperbaiki dikolom komentar.

Jadi temen-temen, dalam ajaran Yahudi juga mengatur cara berpakaian dengan sebutan Kosher. Istilah ini dalam agama Islam spesifiknya hampir disamakan dengan halal-haram dalam Islam. Jika Islam mengatur bagaimana pakaian yang sesuai syar'i (halal) dan juga yang dilarang (haram), begitu pula dengan ajaran Yahudi ini. Mengenai Kosher sendiri in sya Allah akan saya bahas di postingan berikutnya.

Mengenai jambang Yahudi ini saya kutip dari tulisan Andy Naburju di kompasiana. Sebenarnya tidak semua Yahudi memanjangkan jambangnya, melainkan hanya Yahudi Orthodox sesuai interpretasi mereka atas intruksi yang ada dalam Torah. Dan juga ada perbedaan style antara sekte Heredi, Yemenite dan Hasidic.

Jambang ini oleh Yahudi disebut dengan Peyot. Kata peyot, yang juga disebut pe'ot, pe'at, payot, adalah bentuk jamak dari pe'ah. Kata pe'ah artinya sudut atau samping. Orang Yahudi Yemenite menyebutnya dengan istilah simanin/simonim yang secara harfiah artinya tanda-tanda (signs), karena jambang rambut tepi yang panjang merupakan ciri yang membedakan mereka dengan masyarakat Yaman muslim.

Pemakaian peyot bagi orang Yahudi Ortodoks berdasarkan pada penafsiran perintah di dalam Imamat 19:27, yaitu tentang larangan mencukur tepi rambut kepala. Dikatakan, "Janganlah kamu mencukur tepi rambut kepalamu berkeliling dan janganlah kamu merusakkan tepi janggutmu". Para rabi Yahudi menafsirkan kata pe'at di ayat tersebut sebagai rambut di depan telinga yang memanjang sampai ujung tulang pipi, sejajar dengan hidung. Karena itu mereka tidak mau memotongnya, bahkan membiarkannya sampai panjangnya melebihi tulang rahang.

Menurut Maimonides, panggilan untuk Modes ben Maimon, seorang filsuf Yahudi terkemuka abad pertengahan, mencukur rambut tepi kepala adalah kebiasaan kafir. Di Mishnah ditegaskan bahwa peraturan ini hanya berlaku bagi laki-laki.


Soal seberapa panjangkan Peyot ini saya mencoba menelusuri situs website Yahudi, chabbad.org. Dijelaskan panjang sebuah payot masih diperselisihkan. Beberapa orang memanjangkan sampai di bawah telinga, sementara yang lain sampai ke sisi telinga, yaitu, "tempat di mana tulang rahang atas dan bawah bertemu." Mereka harus berkonsultasi dahulu kepada Rabi mereka pendapat mana yang harus diikuti.

Meski diijinkan memangkas peyot, beberapa, terutama di kalangan Hassidic tertentu, memiliki kebiasaan untuk tidak pernah memotong peyotnya. Ada berbagai kebiasaan lain tentang peyot: ada yang menyembunyikan ke belakang telinga, membungkusnya di sekitar telinga atau memutar-mutarnya hingga panjang. Beberapa kebiasaan ini didasarkan pada ajaran mistis, sementara yang lain lebih didasarkan pada norma masyarakat. Tapi yang penting diingat adalah bahwa semua kebiasaan berbeda ini diluar persyaratan dasar peyot.

Kemudian mengenai pakaiannya orang Yahudi. Kalau dipelajari lebih dalam, Yahudi punya cara berpakaian yang rumit. Mulai dari cara pakai, dipakai untuk apa, dipakai oleh siapa bahkan dari bahan apa dibuat. Oleh karenanya yang saya bahas ini bagian umum-umum saja. Untuk pembahasan lanjutnya kita bahas di postingan baru mudah-mudahhan, in sya Allah.

Kenapa berpakaian serba hitam? shamash.org  menjawabnya. Hitam adalah warna Gevurah (severty), dan dengan demikian merupakan pakaian yang sesuai secara simbolis untuk kegiatan penting (ibadah, hari raya, dll.) Mereka yang mengenakan pakaian semacam itu sepanjang minggu menunjukkan bahwa kehidupan sehari-hari mereka juga terikat dalam divrei Yirah shamayim (fearing heaven).

Perlu dicatat bahwa warna hitam adalah warna tradisional untuk pakaian formal di antara banyak kalangan di abad 18 Masehi. Pakaian orang Yahudi Hassidic didasarkan pada apa yang dipakai Rebbes pertama, dan pada umumnya mewakili warna yang dikenakan oleh orang Polandia dan Eropa tengah lainnya.

Apakah ada sumber dalam ajaran Yahudi untuk memakai pakaian hitam? Tidak. Sebaliknya, fedora (topi bundar) dan jas umum adalah usaha untuk menyajikan penampilan yang seragam. Hal ini mirip dengan Hassidim, yang mengubah model pakaiannya pada saat pendirian mereka menjadi seragam (semua memakai hitam) untuk mendefinisikan keanggotaan dan melestarikan keunikan budaya mereka.

Walaupun yang tampak pada kita mereka memakai jas hitam, sebenarnya ada pakaian penting lagi yang harus mereka kenakan yaitu Tallit Katan. Jika diperhatikan ini lebih kepada pakaian dalamnya umat Yahudi Ortodox laki-laki yang harus dikenakan. Dikenal juga dengan sebutan Tzitzit.



Mengenai pemakaian jas sendiri juga banyak model, ada Bekishe, Kapoteh dan Rekel setidaknya itu yang saya tahu.

Bekishe, atau beketshe, adalah mantel panjang, biasanya terbuat dari sutra hitam atau poliester yang dipakai oleh orang-orang Yahudi Hasidic, dan oleh beberapa orang non-Yahudi Hasidim Heredim. Bekishe ini dipakai terutama pada liburan Shabbat dan liburan Yahudi, atau di pesta pernikahan dan acara lainnya. Rabbi Hassidim yang memakai bekishe selama seminggu akan memakai versi yang lebih banyak hiasan untuk Shabbat, sering dilapisi beludru atau beberapa warna lain atau selain hitam.

Bagi pria Heredim yang sudah menikah memakai Kapoteh atau Frak. Memiliki jahitan yang unik dibandingkan Bekishe serta bisa terbuat dari wol dan sutra.

Untuk jas yang dipakai sehari-hari dari minggu hingga jumat (Yahudi libur pada hari sabtu yang disebut Sabbat) adalah Rekel. Sebelum penggunaan rekel sebagai pakaian standar Hasidic, mantel Hasidic umumnya tidak berbentuk, jubah putih dengan garis hitam atau multi-warna, disatukan oleh gartel (haduh gartel lagi, entarlah kapan-kapan saya jelaskan apa itu gartel). Perubahan dalam pakaian Hasidic terjadi menjelang akhir abad ke-19. Gaya lama masih dipertahankan oleh banyak komunitas di Yerusalem, bahkan yang non-Hasid.

Meskipun rekel itu dimaksudkan untuk penggunaan di hari kerja, beberapa Hasidim mengenakannya di Shabbat.

Kemudian kenapa memakai topi? sebenarnya alasannya sama seperti penggunaan jas seperti yang sudah dijelaskan diatas. Topi yang banyak dipakai oleh orang Yahudi ini disebut dengan Fedora atau Homburg. Karena dahulu pada awal abad ke-20 pakaian jas dan topi fedora menjadi pakaian umum oleh orang-orang eropa (coba lihat filmnya Charlie-Chaplene) hingga komunitas sekte Heredim dan Yahudi Orthodox lainnya menjadikan mode fashion ini sebagai pakaian khas mereka sehari-hari.

Mengenai pakaian kepala, ada satu jenis pakaian yang harus dipakai oleh Yahudi yaitu Yarmulke atau Kippah. Semacam peci bulat yang mirip dipakai juga sama ummat Islam dan juga dipakai oleh Paus di Vatikan. Merupakan topi setengah bola yang dipakai sesuai perintah agama mereka untuk menutup kepala. Kippah ini tidak saja dipakai oleh kaum Yahudi Orthodox melainkan juga Yahudi konservatif, Yahudi modern bahkan penganut Zionism.

Jadi mereka selain memakai topi fedora juga didalamnya ada kippah. Tidak hanya fedora, pakaian kepala mereka juga memiliki banyak model seperti Kashket, Kolpik, Sthreimel dan Spondik.

Kashket adalah topi, biasanya dibuat dari felt, dipakai terutama oleh anak-anak Yahudi Hasidic sebagai alternatif Kippah. Sejak awal abad ke-20 sampai Perang Dunia Kedua, banyak orang Yahudi Rusia dan Yahudi Polandia mengenakan topi ini sebagai bagian dari pakaian sehari-hari mereka.

Topi jenis ini diperkenalkan pada awal abad ke-19, sebagai pakaian kerja yang murah dan praktis untuk para pelaut dan pekerja pabrik di Eropa. Menjadi populer di kalangan masyarakat Yahudi Rusia perkotaan sebagai tanggapan atas otoritas yang melarang pakaian kepala Yahudi yang lebih tradisional.

Pada pertengahan abad ke-19 topi ini dipakai setiap hari oleh anak laki-laki Yahudi Hasidic di Inggris, Jerman, Rusia, Polandia, dan Amerika dari zaman Victoria sampai pertengahan abad ke-20. Namun pada hari ini umumnya terbatas pada Shabbat dan acara formal lainnya.





Kolpik adalah sejenis tutup kepala tradisional yang dipakai keluarga Rabbi Hasidim, oleh anak-anak yang belum menikah di Shabbat, dan oleh Rabbi sendiri pada acara-acara khusus.

Shtreimel adalah topi bulu yang dikenakan oleh banyak pria Yahudi ultra-Ortodoks yang sudah menikah, terutama (walaupun tidak eksklusif) kelompok Hasidim, pada hari Sabat dan hari libur Yahudi dan acara-acara perayaan lainnya. Di Yerusalem, shtreimel juga dipakai oleh Yahudi Yerushalmi (non-Hasidim yang termasuk dalam komunitas Ashkenazi asli).

Spodik adalah topi bulu tinggi yang dikenakan oleh beberapa Yahudi Haredi Hasidic, terutama anggota sekte yang berasal dari Kongres Polandia.


Jika kita lihat sekilas maka kolpik, shreimel dan spondik memiliki bentuk yang hampir sama. Sebenarnya mereka berbeda dan memiliki ciri khas tertentu. Kolpik terbuat dari bulu coklat, sedangkan spodik yang dikenakan oleh dinasti chassidic Polandia dibuat dari bulu hitam. Shtreimel terdiri dari beludru melingkar besar yang dikelilingi bulu. Biasanya dipakai hanya setelah menikah, kecuali di banyak komunitas Yerushalmi, di mana anak laki-laki memakainya dari mitzvah bar mereka. Daripada spondik, shtreimels lebih pendek, lebih lebar, dan berbentuk melingkar. Spodiks di sisi lain panjang, tinggi, tipis, dan silindris. Ada banyak jenis spodiks, ada juga yang agak mirip dengan shtreimel.

Mengenai pakaian kepala, rasanya tidak lengkap jika tidak dimasukkan Tallit Gadol, Adalah kain ibadah yang digunakan selama ibadah pagi (ibadah shacharit) dalam agama Yahudi, juga pada pembacaan Taurat, dan hari raya pendamaian (Yom Kippur). Pemakaian benda ini sesuai perintah dari Kitab Bilangan pasal 15.

Kain Tallit Gadol ini uniknya sering digunakan oleh sebagian orang untuk dibanding-bandingkan atau disama-samakan dengan shemagh atau ghutra yang sering dan banyak digunakan oleh kaum Arab Saudi, Dubai, Qatar, Bahrain dan sekelilingnya. 

Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa mode cara berpakaian kaum Yahudi di era modern ini terbagi dua. Ada yang berdasarkan perintah agama seperti Peyot, jenggot, Tallit Katan, Kippah, Tallit Gadol dan sebagainya. Ada juga yang karena faktor historis seperti Bekishe, Kapoteh, Rekel, Kashket, Kolpik, Sthreimel, Spondik, Fedorah dan sebagainya. Mudah-mudahan tulisan ini menjawab rasa penasaran kita selama ini.







Republished byYesmuslim.Net ] 


?? Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Ciri Orang Yahudi, Memanjangkan Jambangnya, Memakai Jas Dan Topi Bundar (Fedora)



Selengkapnya

ADVERTISEMENT

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Cloud Hosting Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
DomaiNesia
DomaiNesia

Artikel Terkait Lainnya

Yesmuslim.Net

Portal Muslim Populer



Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19  

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini